Home | Paroki | Informasi  | Galeri Foto | Renungan | Suara Umat

 
  SAGKI 2005
  KITAB SUCI

Kitab Wahyu 

 

 Mgr. Prof. Dr. I. Suharyo PR

Studi Alkitab   Baru

Yohanes Samiran. SCJ

  HOMILI

Kumpulan Homili

Anton de Britto, CM

Homili 

I. Sumarya, S.J

 

Tidur
Oleh drg. Irene

Tidur. Semua orang melakukannya, dan ini merupakan bagian dari hidup. Tidur, adalah keadaan di mana badan dan kesadaran kita istirahat dengan memejamkan mata. Kalau tidur nyenyak, berarti tidur benar-benar sehingga sukar dibangunkan. Kalau tidur belum lelap, masih mendengar suara dan sebagainya, walaupun mata sudah terpejam.

Berjuta-juta obat penenang dan pil tidur dihabiskan oleh orang setiap malam untuk merangsang / memperoleh tidur lelap. Padahal syarat utama untuk memperoleh tidur yang nyenyak adalah hati nurani yang bersih dan lega, mengaku dosa dan berpaling dari dosa dan kebiasaan berbuat dosa, dan membebaskan diri dari segala kepahitan, kebencian dan kekuatiran.

  • Kisah Rasul 24: 1b, "sebab itu aku senantiasa hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia".

  • 1 Yohanes 1: 9a, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan". 1 Yohanes 1: 12, "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya di dalam nama-Nya".

  • Mazmur 37: 7-9, "Berdiam dirilah di hadapan Tuhan dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. Sebab orang-orang yang berbuat jahat itu akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menantikan Tuhan mewarisi negeri".

Maka Anda pun mampu melakukan ayat-ayat ini:

  • Filipi 4: 6-7, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dalam ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus". 1 Petrus 5: 7, "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu".

  • Mazmur 4: 9, "Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan yang membiarkan aku diam dengan aman".

  • Mazmur 121: 3, "Ia takkan membiarkan kakimu goyah. Penjagamu tidak akan terlelap".

  • Mazmur 127: 2, "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah, sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur".

  • Amsal 3: 24, "Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak".

  • Mazmur 3: 6, "Aku membaringkan diri, lalu tidur, aku bangun, sebab Tuhan menopang aku".

Pikirlah mulai sekarang juga kepada siapa Anda ingin mengabdi, karena Anda tidak dapat mengabdi kepada dua majikan sekaligus. Apabila Anda adalah anak Tuhan, maka bersandarlah kepada Tuhan, percayalah bahwa Tuhan akan memenuhi janji-Nya dan akan memberikan tidur yang nyenyak bagi mereka yang dikasihi-Nya, tidur dengan wajar. Oleh sebab itu, lakukanlah tugas Anda dengan cara merawat badan Anda dengan baik, memakan makanan yang sehat, hiruplah udara yang segar dan berolah ragalah. Jadi pendek kata tubuh yang sehat menunjang tidur yang nyenyak.

Tuhan merancang dan menciptakan tubuh yang begitu mengagumkan sebagai tempat tinggal jiwa kita dengan Roh Kudus di dalam selama tubuh itu berada di atas muka bumi ini, dengan sendirinya Tuhan pasti menaruh minat besar terhadap kelangsungan tugas tubuh itu dengan sempurna sebagaimana mestinya, dan perawatannya secara seksama juga.

"Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah Bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu?"... Tuhan memberkati....

 

 

TRUE STORY

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur (Filipina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

"Bagaimana kabarmu Andy? Apakah kamu akan ke sekolah ?"  "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.

Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut,"Jangan menyeberang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke seberang jalan . jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."

"Terima kasih, Bapa Pendeta."
"Kenapa kamu tidak pulang sekarang ?? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?"

"Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan .. sahabatku." Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya didepan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.

"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan! . aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya .. lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu ini sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa .. paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.

Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah . tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi . tolong Tuhan ??

Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.
Tuhan . Engkau mau lihat lukaku ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini .. disini .. aku rasa Engkau tahu yang ini khan .....??

Tolong jangan marahi Ibuku ya ..??? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukul kami.

Oh Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, namanya Anita ... menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku ???

Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei .. ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira ??

Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu . tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya. Ooops aku harus pergi sekarang."

Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta....Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!"

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andy tidak pernah absen sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah .. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka.

Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andy tiba dari pesta natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku ...'

"Kurang ajar kamu bocah !!! tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"

Andy begitu terkejut, " Dimana Bapa Pendeta Agaton.??? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya .. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja . tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus - ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya...."

Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.

Sambil membuat tanda salib ia berkata "Keluarlah bocah .. kamu akan mendapatkannya !!!"

Oleh karena itu Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut didepan Gereja. Dia mulai menyeberang .ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang -disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar .. dan Andy tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tak bernyawa.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis.

Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, " Maaf Tuan.apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"

Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam segera berdiri dan berkata," Dia adalah sahabatku." Hanya itulah yang dia katakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut  dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah malang tersebut dan keduanya kemudian menghilang. 

Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andy.

"Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?"
"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." ucap ibu Andy terisak.

"Apa katanya ?"
Ayah Andy berkata ,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya  namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai Dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut.

Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu ... "Apa yang dia katakan ?"

"Dia berkata kepada puteraku .." Ujar sang Ayah "Terima kasih buat kadonya . Aku akan segera berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. Semuanya itu terasa begitu indah .. aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku..

Aku tidak dapat melukiskan sukacita didalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta..siapakah Pria ini
yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu ? anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali pada waktu puteraku meninggal ."

Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik," Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa..... kecuali dengan Tuhan."


Renungan :
Pernahkah kita menyediakan waktu buat Tuhan setiap hari setidaknya minimal 5 menit saja? Atau kita terlalu sibuk dengan kegiatan kita sehari-hari?
Pernahkah kita selalu bersyukur atas setiap apa yang kita alami dalam hidup kita?
Pernahkah kita bersungguh-sungguh dan mengimani bahwa Tuhan itu adalah sahabat kita yang tidak akan pernah meninggalkan kita sedetik pun bahkan rela wafat di kayu salib?

Doa:
Tuhan, ampuni kami jika kami tidak pernah menyediakan waktu untuk Engkau. Kami terlalu sibuk dengan kegiatan kami sehari-hari sehingga kami seringkali melupakan Engkau. Tuhan ajar kami untuk mampu mengucap syukur atas setiap hal yang boleh kami alami dalam hidup kami dan mengimani Engkau yang adalah Tuhan dan Juru Selamat kami. Terima kasih Tuhan, Sahabatku. Amin.

 

T E T A P L A H   M E N G A S I H I

 

Banyak orang sering mementingkan diri sendiri,
Dan bertindak yang tidak masuk akal.
Namun tetaplah mengampuni mereka.

Jika engkau baik hati,
Mungkin orang menuduh kau egois, dan berpura-pura.
Namun tetaplah menjadi baik selalu.

Jika engkau sukses,
Sering tidak menemukan banyak teman sejati yang setia,
Malah engkau lebih banyak mendapatkan musuh.
Namun tetaplah meraih kesuksesan selalu.

Jika engkau jujur dan tulus,
Mungkin orang akan menipumu.
Namun tetaplah jujur dan tulus selalu.

Apa yang engkau kerjakan bertahun-tahun,
Orang dapat menghancurkan dalam semalam.
Namun tetaplah berkarya.

Jika engkau tenang dan bahagia,
Banyak orang akan iri hati.
Namun tetaplah berbahagia.

Kebaikan yang engkau perbuat hari,
Sering akan dilupakan orang.
Namun tetaplah berbuat baik selalu.

Berilah yang terbaik dari apa yang kau miliki,
Mungkin orang tidak pernah merasa cukup.
Namun tetaplah memberi yang terbaik.

Maka yang menentukan pada akhirnya,
Hanya engkau dan Tuhan.
Bukan engkau dan mereka.

 

– Ibu Teresa –

 


Mengenal diri sendiri membuat
kita berlutut dengan
rendah hati

 

 

CARA-CARA MENCAPAI KERENDAHAN HATI

 

Berbicara sesedikit mungkin tentang diri sendiri

Uruslah sendiri persoalan-persoalan pribadi

Hindarilah rasa ingin tahu

Janganlah mencampuri urusan orang lain

Terimalah pertentangan dengan kegembiraan

Jangan memusatkan perhatian kepada kesalahan orang lain

Terimalah perasaan tak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah

Mengalah terhadap kehendak orang lain

Terimalah celaan walaupun anda tidak layak menerimanya

Bersikap sopan dan peka, sekalipun seorang memancing amarah anda

Janganlah mencoba agar dikagumi dan dicintai

Bersikaplah mengalah dalam perbedaan pendapat, walaupun anda yang benar

Pilihlah selalu yang tersulit

 

IBU TERESA

 

 

UNTUK KEHIDUPAN

"Kita tidak tahu apa yang terjadi di masa depan.
Yang dapat kita lakukan adalah berusaha sebaik-baiknya".

"Kukira Tuhan itu tidak adil
Ternyata aku yang kurang sabar"

Hidup itu unik dan misteri. Segalanya penuh kemungkinan-kemungkinan. Kemungkinan yang mengejutkan bahkan tidak disangka. Hari ini kita merencanakan demikian, besok hasilnya menjadi lain. Bukan hasil akhir yang menjadi patokan, tetapi proses yang memandu untuk mencapai hasil akhir. Banyak diantara kita yang menilai sukses atau gagal hanya dari ujungnya yang kelihatan/dapat diukur tapi lupa perjuangan yang menyertainya. Tapi apakah sukses atau gagal itu?
Kadang kesuksesan yang kita rengkuh saat ini merupakan pintu kegagalan di kemudian hari. Atau kegagalan yang kita rasakan saat ini ternyata menjadi batu penjuru menuju banyak keberhasilan di kemudian hari. Bukankan sukses dan gagal itu merupakan ukuran tertentu yang disematkan pada kita dengan kepastian yang temporer?

"Tidak ada yang pasti didunia ini,Ndra! Yang pasti cuma satu : Bahwa kita akan menjadi tua  dan mati!!"

Terngiang ucapan seorang pastor yang dengan lugas menjawab pertanyaan saya tentang jaminan sukses tidaknya pelatihan kepemimpinan yang akan dipromosikan di
Bogor 4 tahun lalu.

Yang dapat kita lakukan cuma bersiap menerima segala kemungkinan yang terjadi dan menikmatinya dengan gembira.

Pada kunjungan usaha di rumah seorang ibu, saya melihat seorang anak kecil umur 5 tahun dengan wajah yang aneh. Tidak seperti anak yang lain. Wajah anak ini agak aneh. Lalu saya tanyakan kepada ibunya :
"Bu, anak ibu tidak sekolah?"
"Kalau anak ini normal seharusnya anak ini sudah sekolah,pak!"
"
Normal? Memang anak ibu sakit apa?" tanya saya kembali.
"Itu, lho pak yang sakitnya kayak anak terbelakang mental!" jawab ibunya lugas.
Baru saya sadar ternyata wajah aneh anak itu dikarenakan si anak mengalami down sindrom. Down sindrom merupakan gejala keterbelakangan mental atau kecerdasan di bawah rata-rata anak normal. Anak-anak down sindrom biasanya memiliki rupa wajah dan mata yang khas.

Lalu saya ajukan pertanyaan provokatif. "Apakah ibu menyesal pernah melahirkan anak ini?"
Saya deg-degan menunggu jawabannya karena pertanyaan ini menurut ukuran kesantunan Jawa agak kurang sopan.
Namun jawabannya ternyata membuat saya terhenyak:

"Saya malah bangga pak. Karena tidak sembarangan orang tua dititipi Gusti Allah anak seperti ini. Pasti Gusti Allah merencanakan yang terbaik bagi anak ini."

Saya diam.
Ada perasaan haru biru dan kekaguman yang menyelimuti perasaan saya. Dengan kondisi anaknya yang seperti itu, baik bapak atau ibunya tetap memperlakukan si anak seperti anak normal. Si anak tidak dibeda-bedakan seperti kakak-kakaknya yang normal. Ia tetap semangat bermain dengan teman-temannya yang normal. Ia memang mempunyai keterlambatan, namun tidak menghalanginya untuk tetap menjadi dirinya sendiri. Bapak-ibunya malah tetap antusias mengasuh, mendidik dan bercanda dengannya.
Tidak ada raut sedih. Yang ada adalah optimis bahwa Gusti Allah mempunyai rencana yang baik bagi si anak. Tidak heran si anak walaupun mengalami down sindrom, namun dari matanya tetap terpancar kepercayaan yang tinggi untuk suatu hari kelak jika dia bertambah dewasa, dia akan siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.

Ya Allah, pada detik itu hatiku bersuka cita gembira. AKu menemukan gairah hidup dari orang-orang sederhana di pelosok pedesaan di Purbalingga. Gairah bahwa apa yang Kau ciptakan adalah baik adanya. Gairah yang yang menyatakan "Ya" pada kehidupan yang penuh misteri ini.
Gairah yang membela kehidupan walaupun tidak sempurna menurut ukuran manusia. Tidak peduli betapa sulitnya, orang tetap berjuang dan berusaha sebaik-baiknya.
Tidak terbelenggu oleh ketakutan. Tidak terbelenggu pada yang baik atau buruk. Namun berpusat pada harapan mana yang lebih baik dan lebih baik lagi.........

 

Menurut pendapat anda, apakah Isa adalah seorang...

  • Pribadi yang paling terkemuka sepanjang waktu?
  • Pemimpin terbesar?
  • Guru yang agung?
  • Orang yang telah melakukan paling banyak kebaikan bagi umat manusia?
  • Orang yang paling suci diantara yang pernah hidup?

Kunjungi setiap bagian dunia saat ini. Berbicaralah kepada orang-orang dari berbagai agama. Tidak peduli seberapa besar komitmen mereka pada agama mereka, jika dia tahu tentang sejarah, mereka akan mengakui bahwa tidak pernah ada seseorang seperti Isa dari Nazaret. Dia pribadi yang paling unik sepanjang zaman.

Isa telah mengubah arah sejarah. Penanggalan yang kita pakai menyaksikan pada fakta bahwa Isa hidup di bumi ini 2000 tahun yang lalu. B.C. (Before Christ) berarti Sebelum Masehi dan sekarang disebut Tahun Masehi yang artinya "tahun Juru Selamat kita", yang dalam penanggalan internasional disebut A.D. (Anno Domini) yang artinya "Tahun Tuhan kita".

KEDATANGAN-NYA TELAH DINUBUATKAN

Ratusan tahun sebelum Isa lahir, Kitab Suci mencatat perkataan para nabi Israel yang memperkirakan kedatangan-Nya. Kitab Perjanjian Lama, yang ditulis oleh beberapa orang dalam kurun waktu 1500 tahun, berisi lebih dari 300 nubuatan yang memperinci kedatangan-Nya. Semuanya telah digenapi secara detail, termasuk kelahiran-Nya yang ajaib, hidup-Nya yang tanpa dosa, mujizat-mujizat-Nya, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya. Kehidupan yang dijalani Isa, mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya, perkataan yang diucapkan-Nya, kematian-Nya di kayu salib, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke Sorga - semuanya menunjukkan fakta bahwa Dia bukan manusia biasa, tetapi lebih dari pada manusia. Isa menyatakan, " Aku dan Bapa adalah satu." (Yohanes 10:30), "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa" (Yohanes 14:9), dan "Akulah jalan dan kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6)

HIDUP DAN PESAN-NYA MENYEBABKAN PERUBAHAN

Perhatikan hidup dan pengaruh Isa dari Nasaret, sang Mesias, di sepanjang sejarah dan anda akan melihat bahwa Dia dan pesan-Nya selalu membuat perubahan dalam hidup manusia dan bangsa-bangsa. Dimanapun ajaran dan pengaruh-Nya berada, perkawinan yang suci, hak asasi wanita dan suara rakyat diakui; sekolah-sekolah tinggi dan universitas-universitas telah didirikan; peraturan hukum untuk melindungi anak-anak telah dibuat; dan banyak perubahan-perubahan lainya telah dibuat untuk kebaikan umat manusia.

Kehidupan pribadi-pribadi juga diubahkan secara dramatis. Sebagai contoh, Lew Wallace, seorang jenderal yang terkenal dan seorang jenius di bidang sastra, pernah dikenal sebagai ateis. Selama dua tahun, Mr. Wallace belajar di perpustakaan-perpustakaan terkemuka dari Eropa dan Amerika, mencari informasi guna menghancurkan kekristenan untuk selamanya. Sementara sedang menulis bab kedua dari buku yang akan ditulisnya, tiba-tiba dia menemukan dirinya berlutut dan menangis kepada Yesus, "Tuhanku dan Allahku."

Disebabkan oleh fakta-fakta yang tak dapat disangkal lagi, dia tidak dapat lebih lama menyangkal bahwa Isa Almasih adalah Anak Allah. Akhirnya Wallace menulis buku Ben Hur, salah satu novel berbahasa Inggris terbesar yang pernah ditulis mengenai masa hidup Mesias sebagi manusia.

Mirip dengan kisah tersebut, C.S. Lewis, dosen Universitas Oxford di Inggris, selama beberapa tahun menjadi seorang agnostik yang menyangkal keilahian sang Almasih. Tetapi dia, cendekiawan yang jujur, akhirnya menerima Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamatnya setelah mempelajari fakta-fakta yang berkelimpahan mengenai keilahian-Nya.

TUHAN, PEMBOHONG, ATAU ORANG GILA?

Di dalam bukunya yang terkenal Mere Christianity (Tak Sekedar Kekristenan), Lewis membuat pernyataan, "Seorang manusia biasa saja yang mengucapkan sebagian kecil dari apa yang dikatakan oleh Isa, tidak akan menjadi seorang guru moral yang besar. Bisa jadi dia adalah seorang gila - setaraf dengan seorang yang mengatakan dia adalah sebuah telor rebus - atau dia adalah setan dari neraka. Anda harus mengambil keputusan sendiri apakah Dia dulu dan sekarang adalah Anak Allah, atau seorang gila atau yang lebih buruk dari itu. Anda dapat menganggap Dia adalah orang bodoh atau anda dapat jatuh di bawah kaki-Nya dan memanggil Dia Tuhan dan Allah. Oleh karena itu marilah kita tidak merendahkan Dia dengan memandang-Nya sekedar sebagai seorang guru yang agung."

Siapakah Isa dari Nasaret bagi anda? Hidup anda di dunia ini dan sepanjang kekekalan tergantung dari jawaban anda terhadap pertanyaan tersebut.

Semua agama didirikan oleh manusia berdasarkan filosofi, peraturan-peraturan dan norma-norma tingkah laku. Kalau kita menghilangkan para pendiri agama tersebut dari disiplin dan praktek ibadahnya, hanya akan terjadi sedikit perubahan. Tapi kalau Isa dihilangkan dari kekristenan, maka tidak ada sesuatupun yang tersisa dalam kekristenan. Kekristenan yang alkitabiah tidak hanya sekadar falsafah hidup ataupun standar-standar etis atau ketaatan pada ritualitas agama. Kekristenan sejati didasarkan pada hubungan yang vital dan pribadi dengan seorang Juruselamat dan Tuhan yang sudah bangkit dan hidup selama-lamanya.

PEMIMPIN YANG SUDAH BANGKIT

Isa dari Nazaret disalibkan, dikuburkan dalam sebuah makam pinjaman, dan tiga hari kemudian bangkit dari kematian; Kekristenan adalah hal yang unik pada saat ini. Berbagai pendapat mengenai keabsahan dari kekristenan bergantung pada bukti kebangkitan Isa orang Nazaret.

Berabad-abad lamanya, kebanyakan ahli-ahli pikir yang meneliti bukti dari kebangkitan tersebut menjadi percaya, dan tetap percaya, bahwa Isa hidup. Setelah menguji bukti-bukti kebangkitan yang diberikan oleh penulis-penulis Injil, Simon Greenleaf, seorang penulis berita resmi pada Sekolah Hukum Harvard, menyimpulkan: "Hal yang mustahil adalah mereka selalu mempertanyakan kebenaran yang mereka alami, bahwa Isa telah benar-benar bangkit dari kematian, dan mereka tidak mengetahui kenyataan ini seperti mereka mengetahui fakta-fakta lain." John Singleton Copley, yang dikenal sebagai seorang pemikir hukum yang terbesar dalam sejarah Kerajaan Inggris, mengatakan, "Saya benar-benar tahu apa yang dimaksud dengan bukti itu, dan saya katakan pada anda, bahwa bukti-bukti mengenai kebangkitan itu belum pernah dapat dipatahkan."

MENGAPA ANDA PERCAYA

Kebangkitan Kristus adalah pusat iman seorang Kristen. Ada beberapa alasan mengapa mereka yang mempelajari kebangkitan, percaya bahwa itu benar :

NUBUATAN: Pertama, Isa sendiri yang menubuatkan kematian dan kebangkitan-Nya, dan hal-hal itu terjadi persis seperti yang telah dikatakan-Nya sebelumnya (Lukas 18:31-33).

KUBUR YANG KOSONG: Kedua, kebangkitan adalah satu-satunya penjelasan yang masuk akal aatas kuburan-Nya yang kosong. Pembacaan yang cermat pada cerita Alkitab menunjukkan bahwa kuburan dimana mereka membaringkan tubuh Isa dijaga dengan ketat oleh prajurit-prajurit Roma dan ditutupi oleh batu yang sangat besar. Jika Isa tidak mati tetapi hanya menjadi lemah (setelah mati suri), seperti yang dikatakan oleh beberapa orang, para penjaga dan batu tersebut akan menghalangi pelarian-Nya. Berbagai usaha penyelamatan yang dilakukan oleh para pengikut-Nya pun tidak akan dapat dilakukan. Sementara itu musuh-musuh Isa tidak akan menyembunyikan tubuh Isa karena tubuh-Nya yang hilang dari kubur hanya akan menguatkan kepercayaan akan kebangkitan-Nya.

PERJUMPAAN-PERJUMPAAN PRIBADI: Ketiga, kebangkitan adalah satu-satunya penjelasan atas penampakan Isa Almasih di hadapan murid-murid-Nya. Setelah kebangkitan-Nya, Isa menampakkan diri paling tidak 10 kali di hadapan orang-orang yang mengenal Dia dan pada suatu saat kepada lebih dari 500 orang. Tuhan membuktikan bahwa penampakan-penampakan tersebut bukanlah halusinasi: Ia makan dan berbicara dengan mereka dan mereka menyentuh tubuh-Nya.( I Yohanes 1:1)

KELAHIRAN GEREJA: Keempat, kebangkitan adalah satu-satunya penjelasan yang masuk akal bagi permulaan gereja Kristen. Sampai saat ini gereja adalah lembaga terbesar yang bertahan atau yang telah bertahan dalam sejarah dunia. Lebih dari setengah kotbah-kotbah yang pernah diberitakan berkaitan dengan kebangkitan (Kisah Para Rasul 2:14-36). Nampak dengan jelas bahwa gereja mula-mula mengetahui bahwa kebangkitanlah dasar dari kotbah atau berita tersebut. Musuh-musuh Isa dan para pengikut-Nya dapat menghentikan kotbah tersebut kapan saja hanya dengan menunjukkan tubuh Isa, kalau memang Isa tidak bangkit.

HIDUP YANG DIUBAHKAN: Kelima, kebangkitan adalah satu-satunya penjelasan yang masuk akal atas hidup murid-murid yang diubahkan. Mereka menyangkali Dia sebelum kebangkitan-Nya; setelah kematian-Nya mereka menjadi gentar dan penuh ketakutan. Mereka tidak memiliki harapan bahwa Isa akan bangkit dari kematian (Lukas 24:1-11).

Sekalipun demikian, setelah kebangkitan Isa dan pengalaman mereka pada saat Pentakosta, pria dan wanita yang sama, yang gentar dan putus asa itu diubahkan oleh kuasa kebangkitan Kristus yang dahsyat. Dalam nama Isa, mereka menjungkirbalikkan dunia. Banyak yang bersedia mati untuk iman mereka; yang lainnya dianiaya dengan kejam. Sikap mereka yang penuh keberanian mustahil terlepas dari keyakinan mereka bahwa Isa benar-benar telah dibangkitkan dari kematian - suatu kebenaran yang pantas dipertahankan sampai mati.

Selama 40 tahun bekerja dengan para intelektual dari dunia perguruan tinggi, saya pernah bertemu seseorang yang belum mengakui bahwa Dia adalah Anak Allah, Mesias yang dijanjikan, dengan jujur meneliti adanya bukti yang sangat banyak tentang keilahian dan kebangkitan Isa orang Nazaret. Sementara beberapa orang yang belum percaya lainnya dengan jujur mengakui, "Saya belum menyediakan waktu untuk membaca Alkitab atau memikirkan fakta-fakta sejarah tentang Isa."

TUHAN YANG HIDUP: Karena kebangkitan Isa, para pengikut-Nya yang sejati tidak lagi sekadar mengamati kode etik dari pemimpin yang telah mati, tetapi lebih jauh lagi memiliki suatu hubungan yang penting dan pribadi dengan Tuhan yang hidup. Isa Almasih hidup hari ini dan dengan setia memberkati dan memperkaya kehidupan rohani semua orang yang percaya dan mentaati Dia. Selama berabad-abad, banyak orang telah mengakui kebenaran tentang Isa Almasih, termasuk banyak dari mereka yang mempengaruhi dunia.

Ilmuwan dan filsuf Perancis, Blaise Pascal, berbicara mengenai kebutuhan manusia akan Isa saat dia berkata,"Ada satu kekosongan yang telah diciptakan Allah dalam hati setiap orang, yang hanya dapat diisi oleh Allah sendiri melalui Putera-Nya Isa Almasih."

Maukah Anda mengenal Isa Almasih secara pribadi sebagai Juruselamat yang hidup. Sesungguhnya anda dapat! Isa ingin sekali menjalin hubungan pribadi yang penuh kasih dengan anda, dan Dia mempunyai rencana-rencana penting bagi anda.

 

Keajaiban Itu Terus Terjadi    
Sejak zaman Yesus hingga sekarang mukjizat-mukjizat terus berlangsung. Hanya saja terkadang manusia kurang peka.

MILLVINA Dean baru berumur sembilan pekan ketika Titanic, kapal pesiar mewah bermesin uap milik Inggris yang ia tumpangi bersama orangtuanya, menabrak sebuah gunung es sekitar 150 kilometer arah selatan Grand Banks of Newfoundland, Kanada, pada 14 April 1912. Laut Atlantic yang ganas telah membuat kapal itu karam dan tenggelam dalam perjalanan perdananya dari London menuju New York.

Selama beberapa jam tubuh mungil Millvina hanyut di tengah laut yang begitu dingin. Ternyata bayi yang baru bisa menangis itu sungguh mengalami keajaiban. Ia selamat! Hal yang sangat sulit dibayangkan bisa terjadi pada bayi merah yang masih tak berdaya. Padahal musibah laut terburuk di sepanjang sejarah manusia itu telah menewaskan 1513 penumpangnya.

Keajaiban yang dialami Millvina Dean itu, bila dilihat dari kaca mata iman, bisa disebut sebagai suatu mukjizat. Mukjizat yang sesungguhnya masih terus terjadi sejak zaman Yesus hingga sekarang. Dalam bukunya I Believe in Miracles, Kathryn Kuhlman mengemukakan, “Pada zaman modern yang bergerak pesat ini, mukjizat-mukjizat tetap terjadi setiap hari dalam kehidupan manusia. Hanya manusia saja yang kerap tidak memperhatikan atau menganggapnya sebagai sesuatu yang sudah semestinya terjadi.”

Bencana Estonia

Tenggelamnya kapal Titanic yang sangat menghebohkan, bahkan hingga saat ini masih menjadi bahan penyelidikan, masih disusul dengan musibah?musibah laut lainnya. Di antaranya, musibah dahsyat yang menimpa Feri Estonia dalam perjalanannya dari Estonia menuju Stockholm, September 1994.

Kapal buatan Jerman yang sudah 14 tahun melaut ini menyongsong maut di Laut Baltik saat badai tengah bergelora hingga menimbulkan gelombang sekitar 7 meter. Lebih dari delapan ratus penumpangnya tewas. Tapi musibah laut itu tidak merenggut nyawa semua penumpangnya.

Nyawa mereka yang selamat seperti warga Inggris Paul Barney, 34 tahun, bisa dikatakan sebagai nyawa saringan. Sulit membayangkan bagaimana mereka bisa bertahan hidup di tengah amukan badai yang begitu ganas, di tengah malam yang gelap gulita.

“Saya bersama delapan penumpang lainnya berhasil masuk ke dalam sebuah sekoci penolong. Namun beberapa saat sebelum pertolongan datang, gelombang menghempas kami semua. Saya sempat meraih kembali sekoci yang terbalik, tetapi delapan orang lainnya hilang,” kisah Barney.

Antara percaya dan tidak, Barney melihat ada semacam cahaya pada malam itu yang bisa menunjukkannya posisi sekoci. Barney segera berenang sebisanya mendekati sekoci. Setelah itu semua terasa gelap kembali. Padahal gelombang yang ganas sempat tiga kali menghempaskannya ke laut yang sangat dingin dan bergelora.

Kesulitan mengatasi amukan gelombang untuk meraih sekoci atau perahu karet penyelamat juga dialami Eero Kippa. Ketika mendengar mesin feri mendadak mati ia segera berlari menuju dek atas. Padahal di tangga maupun koridor feri ada begitu banyak orang panik yang saling berebut mencari pertolongan.

Tanpa berpikir dua kali Kippa melompat ke laut. Perjuangan yang hampir mustahil terjadi saat itu. Ia berjuang selama beberapa menit untuk bisa mencapai sekoci, namun sangat sulit karena laut penuh gelombang. “Saya terjatuh lagi. Untung ada seorang pemuda Swedia yang membantu menarik tubuh saya hingga bisa memasuki sekoci,” kenangnya.

Ternyata Kippa masih belum aman. Mendadak datang lagi sebuah gelombang besar membanting sekoci karet yang ia tumpangi. Kippa sempat berpegang erat, tetapi pelampung dan jaketnya hilang tersapu. Ia tak sadarkan diri. Ketika Kippa sadar, sekitar setengah dari penghuni sekoci karet tersebut telah lenyap.

Penumpang lainnya yang selamat adalah Maergus Kermet. Ia terbangun dari lelap ketika feri berguncang. Ia langsung lari ke dek enam. Panik luar biasa mencengkeram perasaannya. Apalagi ketika 10 sekoci penyelamat tidak bisa diturunkan karena gelombang yang begitu tinggi. Perahu karet yang ada kemudian dilemparkan ke laut. “Hanya sedikit penumpang yang berhasil berenang dan memanfaatkannya,” kisahnya.

Di antara bencana yang demikian dahsyat, di saat kemungkinan selamat sedemikian kecil tetap saja ada hal-hal yang rasanya mustahil terjadi, sungguh-sungguh terjadi! Inilah misteri kehidupan yang sulit dipahami.

Tak disangkal

Dalam hidup ini memang kerap terjadi berbagai peristiwa yang terbilang ajaib. Sebagian orang menganggapnya sebagai mukjizat, sebagian lainnya menganggapnya sebagai hal yang lumrah atau bahkan melecehkannya. Apapun yang terjadi, seperti ungkap Kuhlman, mukjizat tetap ada. Tinggal bagaimana manusia mengimaninya.

Keajaiban juga kerap terjadi di tengah deraan penyakit. Kendati banyak penya-kit telah menghantar manusia pada maut, namun tak sedikit orang yang mengalami keajaiban: sembuh dari penyakit parah!

Menurut Kuhlman, kesembuhan bagaimanapun juga berasal dari Allah. Dokter bisa memberikan diagnosa. Mereka dapat memberikan pengobatan dan perawatan yang terbaik bagi pasien-pasiennya. Tetapi pada akhirnya kuasa Allah yang Ilahi yang mampu menyembuhkan. Seorang dokter memiliki kemampuan dan kecakapan untuk membetulkan tulang yang patah, tetapi ia perlu menantikan kuasa Ilahi untuk menyembuhkannya. Seorang ahli bedah dengan lihai dapat membedah pasien sambil menerapkan semua keahlian dan ketrampilannya. Namun ia tetap harus menantikan kuasa yang lebih tinggi yang melakukan penyembuhan yang sebenarnya. Kuhlman menasihati, “Jika Anda sakit dan belum menerima karunia percaya akan mukjizat-mukjizat, carilah pertolongan dokter yang sebaik mungkin, dan berdoalah supaya Allah berkenan bekerja melalui dokter itu. Sesudah itu Anda dapat menunggu Allah mengerjakan penyembuhan yang sebenarnya. Kuasa Allah untuk menyembuhkan adalah fakta yang tak dapat disangkal dengan atau tanpa bantuan manusiawi.”

Salah seorang warga Lingkungan Santo Mikael, Drg Irene yang baru saja menderita sakit cukup parah, merasakan hal serupa. Dengan imannya, ia yakin Tuhan akan menyembuhkan penyakitnya. Maka, setelah berobat di Singapura selama sekitar empat bulan, ia kembali ke Tanah Air dengan keadaan yang memulih.

Melampaui pemahaman

Sesungguhnya setiap hari di muka bumi ini terjadi beragam peristiwa ajaib yang dianggap biasa oleh kebanyakan orang. Semisal peristiwa kelahiran bayi. Ahli kebidanan tenar dari Pittsburgh Amerika Serikat, Dr. Charles Joseph Barone berpendapat, sesungguhnya kelahiran seorang bayi adalah mukjizat terbesar.

Barone yang telah membidani lebih dari 25.000 bayi mengatakan, kelahiran manusia sesungguhnya melampaui pemahaman manusia. Ini merupakan salah satu dari rahasia-rahasia dan perkara suci yang telah merangsang keingintahuan dan kekaguman manusia. “Peristiwa kelahiran tetaplah merupakan suatu rahasia yang tidak dapat dipahami.”

Barone mengungkapkan, penyelidikan ilmu mudigah (bakal anak) dari satu sel manusia menjadi tanda-tanda manusia, yakni tanda-tanda yang akan menjadi mata atau jantung atau kaki atau hidung atau bibir, dsb merupakan hal yang juga melampaui pemahaman manusia. “Saya yakin, itu semua berasal dari Allah.”

Kuhlman juga mengakui keajaiban bayi yang baru lahir. Tidak ada petunjuk yang pernah diberikan kepada mereka. Walau demikian tiap-tiap bayi yang masih mungil itu tahu dengan tepat apa yang harus ia lakukan untuk memuaskan keinginannya.

Karunia Allah

Dengan keteguhan imannya Kuhlman menandaskan bahwa Roh Kudus merupakan kunci terjadinya suatu mukjizat. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Jawaban ini sesungguhnya demikian sederhana sampai-sampai banyak orang ‘buta’ dan ‘tuli’ terhadap-Nya. “Bagaimanapun juga kebesaran Allah melampaui pengertian manusia. Tak ada manusia yang dapat menduga berapa dalam dan luas kuasa-Nya.”

Tetapi manusia acapkali terlalu mengarahkan pandangannya pada keadaan: masalah-masalah yang mereka hadapi, kelemahan-kelemahannya maupun penyakitnya. Padahal ini keliru. “Jalan yang justru akan mengalahkan manusia dalam hidupnya adalah terlalu memusatkan pikiran dan perhatian pada diri sendiri.”

Yesus berkali-kali menandaskan pentingnya iman pada orang yang memohon kesembuhan atau penglihatan kepada-Nya. “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkanmu!” Seketika itu juga melihatlah orang buta itu.

Menurut Kuhlman, iman dan anugerah memiliki hubungan yang begitu rupa sampai keduanya tak dapat dipisahkan. Keduanya merupakan karunia Allah. “Bukan iman yang harus Anda cari, melainkan Yesus. Pemberi tiap-tiap karunia yang baik dan sempurna adalah Dia yang mengadakan dan menyempurnakan iman kita.”

Sampai hari ini terus terjadi berbagai peristiwa yang sesungguhnya ajaib. Hanya saja sering manusia kurang peka menanggapinya. Inilah misteri kehidupan yang sulit dijangkau oleh pemahaman manusia! (Maria Etty)

 

 

Kelebihan Yesus: Solidaritas
Oleh dr. Marie Gabriele Tan S. Yen.

Tulisan ini muncul sebagai hasil decakan kagum akan khotbah salah seorang pastor praja dalam suatu hari raya gereja. Entah kenapa, khotbah itu akhirnya membangkitkan perasaan haru dan “kasihan” (atau... apa ya?) pada Yesus.

Bukan hal yang baru lagi, seandainya kita mendengar komentar sinis tentang penghayatan iman kita pada Kristus. Tapi sialnya, komentar sinis itu kadang-kadang menggelitik murid-Nya juga, yang dengan catatan sedang “lesu darah”.

Orang Katolik dikenal asik dengan hal-hal yang membuat sedih dan sengsara. Misa pun dimulai dengan penyesalan diri alias tobat. Belum lagi ritus jalan salib. Via Dolorosa. Apalagi di Philipina, perayaan Jumat Agung nyaris seperti adegan kesengsaraan yang paling mentok menjelang dunia kiamat. Belum lagi kita senantiasa diberi petuah bahwa hidup ini sebenarnya salib yang harus dipanggul kemana-mana. Tawa orang yang sinis tadi makin nyaring, kok kalian masih betah sich dengan agama yang model gitu?

Beberapa orang terkesiap. Dan muncullah sekte-sekte yang gegap gempita menyerukan kehebatan-kehebatan Kristus, mirip pengharapan orang Yahudi Perjanjian Lama. Dan satu per satu beberapa pengikut sekte itu pun rontok karena akhirnya mereka “mentok” lagi pada kekecewaan.

Kristus lahir bukan untuk menciptakan agama Katolik. Seorang umat buta huruf di suatu desa pernah menggambarkan untuk apa Kristus itu datang. Sederhana sekali, Ia hadir sebagai tanda, bahwa saya punya teman. Bahwa saya disayang dan dicintai Gusti Allah.

Sebenarnya, segala kesedihan, kekecewaan dan kesengsaraan bukan berasal dari Allah, ini suatu hal yang melandasi iman kepercayaan kita. Atas dasar itu pula maka seandainya kita mengalami kesusahan tentu sebagai akibat perbuatan manusia sendiri (kita, atau sesama!).

Lucunya, agama yang dianggap “berhasil” adalah agama yang mampu mengentaskan manusia dari kesusahan itu! Dan alhasil manusia berlomba jual kecap tentang agamanya masing-masing. Tentu saja, promosi model begini tidak laku. Mengapa? Karena tidak menjawab masalah, bukan alternatif penyelesaian. Ibaratnya penyakit batuk pilek diobati dengan tablet diare.

Kemudian tokoh Yesus pun muncul. Dengan serta merta Ia mau menemani manusia dengan segala keluh kesahnya. Sampai akhirnya manusia itu “nglunjak” alias keterusan. Dan ditumpahkannyalah semua pada diri Yesus. Kalau terasa Yesus tidak bereaksi (dibaca: kesulitan manusia tidak teratasi), maka manusia kecewa dan marah-marah atau bingung, apa iya toh, iman saya kurang, makanya Yesus “diam-diam saja”?

Ah manusia. Bukan Yesus yang bikin masalah, eee..., malah Yesus itulah yang dikejar-kejar, diberi “PR” untuk menyelesaikan masalahnya. Kristus adalah tokoh solidaritas yang tak ada bandingnya. Bisa saja toh, Ia mengibaskan tangan-Nya, karena bukan berasal dari dunia sini. Tapi Ia tidak setega itu. Dia ikut menangis dengan kita. Bahkan Dia berpesan secara tersirat, bahwa kesengsaraan itu sebenarnya bagian dari hidup yang patut dipelajari (bukan dinikmati!), paling tidak begitulah seharusnya kita melihat kematian-Nya sendiri.

Manusia tak boleh jemu belajar. Termasuk belajar menghayati pengharapan yang benar. Ia sendiri dengan gamblang menunjukkan akibat dari pengharapan yang salah, gaya orang Yahudi dalam Perjanjian Lamanya, mengharapkan seorang “Saviour”, Penyelamat, yang mentereng datang sebagai Raja Manusia. Dan orang Yahudi itu sedemikian kecewanya melihat Yesus yang papa. Akhirnya pengharapan salah ini harus dibayar mahal lewat kematian-Nya.

Orang Katolik memang sarat Liturgi. Karena kita masih perlu belajar terus. Liturgi bukanlah ritus kepercayaan yang rutin dan mati. Liturgi adalah dinamika hidup, penuh irama dan gerak seperti layaknya suatu operette. Indah untuk diikuti, karena Kristus sendiri Sang Gurunya. Dan kehebatannya itu semakin nyata karena dalam irama tobat dan ritme kisah sengsara, Ia mengajarkan lirik cinta kasih dan solidaritas. Bravo!

 

 

Makna Cinta
 

1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

2.
Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.

5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acap kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun , dan kemudian kami meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang lain pula.

9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan dalam dia.

11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, meraka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu.

13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap perduli padanya.

16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

20. Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan. Kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.

23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian, janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.

 

Melihat "Wajah Kristus"
Oleh dr. Marie Gabriele Tan S. Yen

Tulisan ini tidak bermaksud untuk menceritakan pengalaman seseorang yang pernah melihat “wajah Kristus / Yesus” sebagaimana yang mungkin anda bayangkan. Jadi jangan kecewa, seandainya setelah selesai membaca ternyata kita tidak diberi gambaran apakah Kristus punya jerawat atau alisnya lebat atau bibirnya tipis karena terlalu capek berkotbah dan menceritakan perumpamaan.

Dalam kehidupan, cukup banyak (masih banyak) orang Kristiani yang begitu haus ingin tahu siapa sih “Nabi Agung”, “Anak Allah”, Tuhan yang memanusia” dan disembah itu. Pelbagai cara diupayakan. Dari “yang masuk akal” dan bisa diterima orang banyak, hingga yang sulit dicerna akal sehat. Dari meditasi dan perbanyakan doa gaya rahib Karmel, sampai usaha “setengah maksa” agar “kekuasaan Ilahi” turun atas perbuatan-perbuatan tertentu yang direkayasa manusia.

Namun untuk mengenal “wajah Kristus” ada suatu ketidaksengajaan yang justru bisa dan mudah dialami manusia. Cara itu hadir melalui jalur yang begitu unik, pribadi, menyentuh dan mesra dalam diri seseorang. Dia tampil menampakan diri perlahan demi perlahan, seperti kabut gunung yang turun menjelang senja.

Kristus hadir saat kita tak berdaya, memasrahkan diri dan tenang mempercayakan segalanya dalam genggam-Nya. Mungkin saat ini kita sendiri merasa “kasep” (terlanjur), menghadapi jalan buntu, dan akhirnya mengeluh, “Ya Allah, mengapa tidak dari dulu saja aku memasrahkan diri pada-Mu?”

Kristus memperlihatkan diri-Nya dalam kepapaan, bukan hanya kepapaan orang lain (yang kita anggap miskin, sengsara, dsb) tapi juga dalam kepapaan KITA. Apakah kita pernah merasa menjadi orang papa yang tak berdaya? Orang papa yang tertimbun malang tak berkesudahan dan keresahan menghadapi dunia?

Yang lebih sering terjadi, justru kita merasa “masih belum papa”, kita penuh enerji, berdaya juang dan berkeras hati untuk mengatasi segala sesuatunya dengan ikhtiar kita, sesuai rencana kita, sesuai kehendak hati.

Memang, terjadi kesulitan untuk membedakan antara manusia yang optimis, berdaya juang dengan manusia yang begitu “gemar” hanya mendengarkan optimisme-nya saja dan terlalu sedikit memberi kesempatan bagi Allah untuk berkarya atau campur tangan dalam rencana hidupnya. Kerap kali orang-orang yang memasrahkan diri dianggap sebagai manusia malas, mudah putus asa dan tidak cerdas. Novena pun seringkali diejek sebagai upaya mengatasi jalan buntu dengan merengek-rengek pada Bunda Maria seperti anak ayam kurang makan. Bahkan lebih sinis lagi, kedekatan pada Kristus dan BundaNya saat susah dianggap sebagai “obat penenang tradisional” yang sangat sugestif, sekedar meredakan rasa gundah, takut, cemas dan stress.

Dan inilah tantangan. Manusia cerdas, hidup di metropolitan yang penuh tantangan, kerap menjadi “bandel” dengan sapaan Allah, kerap sulit menemukan waktu untuk menatap lilin bernyala di tengah malam sambil menggenggam jemari orang yang dikasihinya dan berkata, “Tuhan, kami pasrahkan semuanya pada-Mu, karena rencana-Mu lebih bagus dan pasti “jadi” ketimbang rencanaku yang penuh spekulasi dan sarat pertimbangan pribadi”.

Kristus yang sebenarnya tidak hadir dalam kehura-huraan dan kekayaan kita menguasai dunia. Yesus pun sebetulnya sedih ketika Ia disambut di gerbang Yerusalem dengan lambaian palma dan dielu-elukan bagai “raja” seperti gambaran orang Yahudi dahulu (dan mungkin kita juga sekarang): raja dengan wilayah kekuasaan, berhak memberi titah dan perintah, mempekerjakan sekian hamba (pokoknya adil), dan seterusnya.

Kristus hanya tersenyum dan turut bahagia melihat keberhasilan kita, tetapi dalam senyumnya Ia sekali lagi meminta agar manusia tidak larut dalam kesenangan itu – Ia masih meminta sedikit waktu agar manusia melihat kembali kepapaannya dan merasakan bahwa Ia hadir. Sehingga Ia tidak perlu lagi mengajarkan bagaimana merasakan kehadiran-Nya lewat kejadian tragis penuh isak tangis menyesali sesuatu yang memang sudah “kasep”.

Melihat wajah-Nya, merasakan kehadiran-Nya, menjadi pengalaman iman yang manis dan kuat menyatu dalam hidup. Karena dari itu semua cinta hadir dalam ujud yang jelas, mempunyai makna yang terang dan manusia tidak mudah tercabut dari akarnya, sebab ia sudah tahu: kepada siapa ia harus percaya.

 

Memikat Hati Tuhan
oleh drg. Irene

"Apakah yang dimintakan dari padamu oleh Tuhan Allahmu selain takut akan Tuhan Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkanNya, mengasihi Dia, beribadah kepada Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, berpegang pada perintah dan ketetapan Tuhan yang kusampaikan kepadamu hari ini, supaya baik keadaanmu. Sesungguhnya Tuhan Allahmulah yang empunya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit dan bumi dengan segala isinya; tetapi hanya oleh nenek moyangmulah hati Tuhan terpikat sehingga Ia mengasihi mereka dan keturunan merekalah, yakni kamu yang dipilih dari segala bangsa, seperti sekarang ini, sebab itu sunatlah hatimu dan jangan lagi kamu tegar tengkuk. Dialah pokok puji-pujianmu dan Dialah Allahmu yang telah melakukan di antaramu perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, yang telah kau lihat dengan matamu sendiri" (Ulangan 10: 12-16, 21).

Apakah telah terpikir oleh kita, bagaimana agar Tuhan peduli dan menyayangi, yakni dengan memikat hati Tuhan, seperti tokoh-tokoh dalam Alkitab yaitu Daud dan Abraham?

Mari kita selidiki bersama-sama, bagaimana cara memikat hati Tuhan

1. Dengan taat kepada Tuhan dan membuat Mezbah bagi Tuhan (Kejadian 12: 1-2)

Berfirmanlah Tuhan kepada Abraham, "pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah Bapamu ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar dan memberkati engkatu serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat".
Ayat 4: lalu pergilah Abraham dari negerinya seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya.
Ayat 7: Tuhan menampakkan diri kepada Abraham, maka didirikannya di situ mezbah bagi Tuhan.
Banyak dari kita pandai memuji Tuhan, tetapi mereka melupakan bahwa kita harus membuat mezbah bagi Tuhan untuk berdoa bersama keluarga. Inilah kunci utama bagi kita untuk memikat hati Tuhan, yaitu dengan taat kepada-Nya dan membuat mezbah.

2. Dengan damai sejahtera (suka berdamai)

Kejadian 13: 8-9: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau....". Kalau ada orang Kristen hidup tidak menurut firman Allah, bisa kaya tetapi hati tidak tenteram, tidak bahagia. Satu negara tidak dapat maju kalau ada peperangan, tidak ada damai, kalau orang suka ribut, sial, saraf tegang, karena saraf tegang pikiran tidak tenang, rejeki hilang. Kalau dalam rumah tangga ada damai, masyarakat sekitar damai, negara damai.

3. Memberikan persepuluhan

Menurut opini Maya Febri pada WM edisi 10, April 2000, Tuham memang menghendaki persembahan persepuluhan namun harus disertai kasih. Saya sangat setuju, berdasarkan hukum kasih menurut rasul Paulus: 1 Kor 13: 4-8: Kasih itu murah hati, ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri, ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi bergembira karena kebenaran, ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menunggu segala sesuatu.

Persembahan persepuluhan ini memang milik Tuhan, karena kita menerima semua berkat itu dari Tuhan dan kita jangan mencurinya. Harus kita berikan kembali kepada Tuhan. Marilah kita lihat Maleakhi 3: 10: "Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumahKu dan pujilah Aku, firman Tuhan semesta alam. Apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan". Itulah janji Tuhan kalau kita taat memberikan 1/10 saja dari semua berkat Tuhan itu.

4. Takut akan Tuhan

Kejadian 22: 1-2: Abraham dicobai Tuhan untuk mempersembahkan Ishak anaknya sebagai korban bakaran.
Ayat 12: karena Abraham takut akan Allah, maka anaknya tidak jadi dipersembahkan sebagai korban bakaran.
Kita pun demikian, harus takut kepada Tuhan dan Tuhan akan selalu beserta kita.

5. Berdoa Syafaat (berdoa untuk keselamatan orang lain)

Kejadian 18: 22-23: Tuhan akan melenyapkan Sodom dan Gomora tetapi Abraham melakukan doa syafaat untuk saudaranya Lot.
Kejadian 19: 29: Maka Tuhan ingat kepada doa Abraham dan Jer 23: 18, 22-23: Tuhan mengeluarkan Lot dari tempat yang ditunggangbalikkan.

Orang yang berdoa syafaat hadir dalam dewan musyawarah Tuhan dan akan didengar doanya dari tempat tinggi.

 

Mencintai Banyak Orang

Kita boleh bangga karena memiliki pemimpin iman yang bersedia berkaul tidak menikah. Mengapa bangga? Jawaban yang sangat manusiawi adalah karena tidak banyak orang yang mau hidup tanpa menikah demi orang lain. Ini sulit dan mungkin bodoh bagi sebagian orang. Mungkin juga ada yang menyatakan bahwa ini melanggar kodrad manusia yang hidup berpasang-pasangan dan harus beranak cucu sesuai Kitab Kejadian 1: 27-28.

Jika kita buka Kitab Matius 19: 12, kita akan membaca kutipan perkataan Yesus: Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Surga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti. Ayat ini membuat saya menjadi lebih bangga sebagai orang yang dipimpin oleh pemimpin yang tidak menikah karena Kerajaan Allah.

Sebagai awam, logika yang dapat saya kembangkan adalah logika yang berhubungan dengan perhatian dan prioritas. Saya ingat ketika saya belum menikah. Saat itu banyak sekali waktu yang dapat digunakan untuk berbuat apa saja 'semau saya' (secara positif) tanpa banyak orang lain yang saya pertimbangkan. Saya dapat ikut kegiatan apa saja yang diadakan baik oleh Mudika, Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK), Legio Mariae, dan kegiatan lingkungan atau kegiatan kampus. Asal saya senang, saya akan ikut.

Setelah menikah apalagi punya anak, saya harus 'tahu diri' sehingga mulai membatasi dan membagi waktu karena memiliki tanggung jawab keluarga. Saya tidak hanya memperhatikan diri saya lagi. Saya tidak bisa hanya mencari kesenangan saya sendiri sehingga mengorbankan keluarga. Perhatian dan prioritas saya berubah menjadi bukan pada orang lain melainkan pada diri sendiri dan keluarga. Saya 'bekerja' sebagian besar untuk keluarga.

Cinta ternyata menjadi 'kunci' mengupas masalah ini. Di saat seseorang bebas untuk mencintai siapa saja tanpa berharap balasan untuk dicintai, saat itu ia bebas berbuat baik sebaik-baiknya kepada siapa saja. Namun saat ia telah memilih satu atau beberapa orang untuk dicintai dengan harapan ia akan memperoleh balasan dicintai, ia menjadi sulit untuk mencintai lebih banyak orang.

Yesus menjadi teladan cinta yang saya kagumi. Ia tidak mencintai orang lain demi diri-Nya. Bahkan Ia juga tidak 'cinta' pada diri-Nya. Ia rela mati untuk orang-orang yang dicintai-Nya, untuk banyak orang yang belum tentu mencintai-Nya. Yesus telah berhasil mencintai banyak orang tanpa mengharapkan imbalan cinta. Karena itu kita percaya hati-Nya bersih.

Pemimpin atau gembala yang kita miliki dalam Gereja Katolik juga sosok yang 'berharap' dapat mencintai lebih banyak orang. Oleh karena itu mereka bersedia berkaul tidak menikah atau hidup selibat agar dapat bekerja untuk banyak orang, bukan untuk keluarga dan diri mereka.

Di sisi lain, saya mengakui bahwa 'penggilan' agar dapat mencintai banyak orang tanpa pamrih adalah panggilan mulia. Panggilan jenis ini sulit ditemukan, karena itu kita bersama perlu mengupayakannya. Gereja kita sedang kesulitan (krisis) panggilan. Kita perlu terus berdoa dan mungkin dapat mulai memupuk benih dari keluarga atau lingkungan kita. (Hendry Tiono)

 

 

Mencontoh Mogok Makan?

Jika seseorang ingin doanya dikabulkan, ia berdoa sambil melakukan puasa dan mati raga. Inikah makna puasa yang sesungguhnya? Warta Mikael Edisi 31 mencoba menggali makna puasa dalam kehidupan Gereja Katolik dalam Berita Utama.

Masa Prapaskah telah biasa kita jalani. Pada masa ini kita diharapkan dapat mempersiapkan diri merayakan ‘kemenangan’ Kristus dengan masa pertobatan. Dalam menjalani masa Prapaskah kita mengenal istilah pantang dan puasa. Banyak di antara kita menjalaninya hanya sekadar ‘ikut’ kebiasaan.

Secara umum, di luar masa Prapaskah pun beberapa orang sering melakukan puasa untuk tujuan-tujuan tertentu. Namun sayang beberapa di antaranya melakukan puasa dengan gigih agar doanya dikabulkan. Cara ini menurut saya mirip dengan aksi mogok makan yang dilakukan mahasiswa di depan gedung MPR, yang hendak memaksa pemerintah memenuhi keinginannya. Maaf, bukan bermaksud menyinggung.

Doa dengan berpuasa adalah baik jika dimaksudkan untuk lebih membersihkan hati dan mengendalikan diri. Tetapi bukan supaya doanya lebih manjur dan mudah dikabulkan. Ini berarti memaksakan kehendak kita kepada Tuhan.

Dalam Matius 4: 1-11 dikisahkan setelah Yesus ‘dinobatkan’ oleh Roh Kudus sebagai Putra Allah, Ia dibawa ke padang gurun berpuasa 40 hari untuk dicobai Iblis . Ketika iblis memintanya menjatuhkan diri agar malaikat-Nya dapat menatang-Nya, Ia menjawab agar ‘tidak mencobai Allah’. Bacaan ini memberi contoh agar tidak menggunakan puasa untuk meminta pada Allah melakukan pertunjukan (show) kekuasaan-Nya.

Beberapa ayat dalam Kitab Bilangan (29: 7; 30: 13) dan Imamat (16: 29, 31; 23: 27, 29, 32) juga menyebutkan puasa sebagai lambang untuk merendahkan diri, bukan meninggikan diri sehingga dengan berpuasa seakan-akan kita berhak atas permintaan apa saja.

Dari ayat-ayat Kitab Suci yang menyebutkan hal berpuasa, didapat makna puasa sebagai pendukung suasana doa agar manusia dapat lebih dekat dengan Allah. Manusia menjadi lemah saat berpuasa. Dengan demikian ia dapat merasakan betapa besar dan pentingnya Allah dalam hidupnya. Di sisi lain, ia juga dapat merasakan apa yang dirasakan sesama manusia yang hidup berkekurang-an.

Beberapa contoh kehidupan berpuasa dari tiga biara besar yang ada di negara kita mungkin dapat memberi gambaran bagaimana selayaknya umat Katolik menjalankan puasa. (Hendry Tiono)

 

Mengapa Kita Menghormati Bunda Maria?

Sepanjang bulan Mei, Gereja meminta kita untuk memberi perhatian secara lebih istimewa kepada Santa Perawan Maria, Bunda Allah. Bunda Maria sangat berarti bagi kita karena beberapa alasan:

MARIA, GADIS YAHUDI
Pertama-tama karena Bunda Maria adalah Bunda Yesus. Maria adalah seorang gadis belia, mungkin usianya masih belasan tahun, ketika ia menjadi Bunda Yesus. Kemungkinan besar Maria dilahirkan di kota Sepphoris, yang terletak di sebelah utara Palestina. Sepphoris adalah sebuah kota besar di mana bangsa Yahudi dan bangsa Romawi hidup berdampingan dengan damai. Sepphoris merupakan ibu kota Galilea. Kota itu memiliki banyak rumah yang indah dan bahkan sebuah gedung teater yang besar. Sepphoris hancur luluh dilanda gempa bumi besar ketika Maria masih kanak-kanak.

Jadi keluarga Maria pindah beberapa mil jauhnya ke Nazareth, sebuah dusun kecil yang berpenduduk hanya 150 hingga 300 orang. “Nazareth” dalam bahasa Ibrani mempunyai dua arti yang berbeda. Nazareth bisa berarti “lili, bunga bakung” yang merupakan simbol kehidupan, dapat juga berarti “keturunan”. Keluarganya berasal dari keturunan Raja Daud. Baik itu artinya bunga bakung ataupun keturunan, Nazareth adalah nama yang indah bagi tempat tinggal Maria. Di sanalah Maria bertemu dengan Yusuf, seorang tukang kayu. Kemungkinan Yusuf tidak jauh lebih tua dari Maria. Mereka pun bertunangan. Biasanya, masa pertungangan berlangsung selama satu tahun atau lebih. Si gadis akan menenun dan melakukan pekerjaan rumah tangga, sementara sang pria akan membangun rumah tempat tinggal mereka. Kisah selanjutnya kita baca setiap tahun pada hari Natal.

MARIA, BUNDA ALLAH
Kita tidak boleh lupa bahwa Yesus adalah sungguh Allah. Yesus juga sungguh Manusia, dan Ia bangga menjadi manusia. Yesus sering menyebut diri-Nya, “Anak Manusia.” Dalam bahasa Ibrani ungkapan tersebut berarti “manusia”. Karena Yesus tidak dapat dibagi menjadi dua: Yesus yang Allah dan Yesus yang Manusia, maka bunda-Nya juga disebut Bunda Allah.

MARIA, BUNDA KITA
Menjelang ajal-Nya di salib, Yesus memberikan Bunda Maria kepada kita untuk menjadi bunda kita juga. Yesus melakukannya ketika Ia menyerahkan Bunda Maria ke dalam pemeliharaan St. Yohanes, Rasul. Yesus berkata, \" Inilah ibumu.\" Artinya Tuhan telah mengangkat kita sebagai anak-anak-Nya sendiri. Ingatlah, ketika Yesus bangkit dari antara orang mati, Ia berkata, “Aku akan pergi kepada Allah-Ku dan Allah-mu, kepada Bapa-Ku dan Bapa-mu.” Jadi kita mempunyai Bapa dan Bunda yang sama dengan Yesus. Dengan demikian kita semua menjadi saudara dan saudari-Nya. Kita semua merupakan suatu keluarga yang mengagumkan! Tunjukkanlah hormatmu kepada Bunda Maria. Ia membawa kita kepada Putera-nya, Yesus.

sumber : Romo Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Richard Lonsdale.”

------------ -------------

Mengapa Umat Katolik Berdoa kepada Santa Perawan Maria ?

Banyak orang non-Katolik telah diajari sedari kecil untuk meyakini bahwa salah satu bukti nyata akan ketidakbenaran ajaran Katolik dapat dilihat dalam penghormatan yang disampaikan kepada Santa Perawan Maria dalam Gereja Katolik, dan dalam begitu banyaknya doa yang dengan penuh kepercayaan disampaikan kepada Bunda Maria oleh umat Katolik.
Sementara itu, benar juga bahwa banyak orang non-Katolik, setelah mempelajari dasar-dasar kebenaran akan devosi umat Katolik kepada Maria, begitu terpikat olehnya hingga akhirnya mereka menjadi Katolik. Kebenaran tersebut sangat sederhana dan gamblang dan seluruhnya terkandung dalam dua kebenaran berikut.

1. MARIA ADALAH BUNDA ALLAH.
Katolik percaya bahwa Allah tidak terikat oleh suatu kewajiban apapun untuk memiliki seorang ibunda; Katolik percaya bahwa Ia memilih untuk memiliki seorang ibunda dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya. Ia memilih untuk memperkenankan tubuh manusiawi-Nya dibentuk dalam rahimnya. Ia memilih untuk memperkenankan ibunda-Nya melahirkan-Nya ke dunia sebagai seorang bayi kecil mungil. Ia memilih untuk mengijinkan ibunda- Nya menyusui-Nya, menggendong-Nya dalam pelukannya, melindungi-Nya dari mara bahaya, dan mengajari-Nya seperti layaknya seorang anak diajari oleh orangtuanya: berjalan, berbicara dan berdoa. Dengan demikian, Ia memilih untuk memberikan kepada Maria kuasa atas Diri-Nya yang hanya dapat dinyatakan dengan cinta. Katolik percaya bahwa dalam memilih ibunda-Nya, Putra Allah memilih untuk memberikan kepadanya kuasa atas kehendak-Nya, yang karena kasih senantiasa dimiliki oleh seorang ibu yang baik bagi anaknya.

2. MARIA ADALAH BUNDA SELURUH UMAT MANUSIA.
Katolik percaya bahwa Putra Allah memilih untuk datang ke dunia melalui seorang ibunda agar ibunda-Nya itu dapat menerima pula segenap anak manusia yang berdosa sebagai saudara- saudari-Nya. Ia memberikan teladan bagaimana bunda-Nya harus dihormati dan dikasihi. Ia mempersiapkan bunda-Nya sebagai bunda seluruh umat manusia dengan memintanya untuk menanggung segala bentuk penderitaan yang mungkin, dan dengan demikian, mengajarkan kepadanya untuk menaruh belas kasihan pada segala bentuk penderitaan anak-anaknya.

Jika ibunda-Nya itu adalah Bunda bagi Diri-Nya Sendiri, pastilah Ia membebaskannya dari penderitaan, oleh sebab Ia mempunyai kuasa untuk melakukannya dan karena Ia mencintai Bunda-Nya dengan kasih yang tak terbatas. Ia mengadakan mukjizat-Nya yang pertama di hadapan publik atas permintaan Bunda-Nya, dan menjelang ajal-Nya, Ia mengingatkan Bunda-Nya bahwa ia telah dipersiapkan sejak dari semula untuk menjadi bunda bagi seluruh umat manusia.

Oleh karena itu, Katolik percaya bahwa Maria pastilah dengan antusias menolong mereka, dalam pencobaan jiwa maupun badan, seperti layaknya seorang ibu dengan antusias mengusahakan kesejahteraan bagi anaknya.

Rosario yang didaraskan umat Katolik merupakan ungkapan kepercayaan mereka terhadap kedua kebenaran di atas. Umat Katolik yakin bahwa jika Maria berbicara kepada Putra Ilahi-nya bagi mereka, tak perlu diragukan lagi mereka pasti akan menerima jawab atas doa-doa mereka.

Imprimi Potest: John N. McCormick, C.SS.R. Provincial, St. Louis Province Redemptorist Fathers, May 2, 1960 Imprimatur: + Joseph E. Ritter, Archbishop of St. Louis, May 5, 1960

sumber : “Why Catholics Pray to the Blessed Virgin Mary”; www.catholictradition.org Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Catholic Tradition.”

 

Misa Kudus dan Kitab Wahyu

Dari segala hal seputar iman Katolik, tidak ada hal lain yang lebih kita kenal lebih daripada Misa Kudus. Dengan doa-doa yang sudah sangat tua usianya, himne-himne, posisi kita pada waktu Misa, Misa Kudus seperti layaknya kita di rumah sendiri. Akan tetapi banyak sekali umat Katolik menghabiskan seumur hidupnya tanpa mampu melihat lebih daripada mengucapkan doa-doa yang sudah dihafalkan. Sangat sedikit sekali dari umat Katolik bisa mengintip DRAMA SUPERNATURAL yang LUAR BIASA sewaktu mereka mengikuti ritual Misa Kudus setiap hari Minggunya. Sri Paus Yohanes Paulus II menyebutkan bahwa Misa Kudus adalah "Surga di bumi", sambil menjelaskan bahwa "liturgi yang kita rayakan di bumi adalah partisipasi yang misterius dari liturgi surgawi."

Misa Kudus begitu sangat kita kenal. Di lain pihak, Kitab Wahyu tampak asing dan penuh teka-teki. Halaman demi halaman mengisahkan gambaran-gambaran yang menyeramkan: peperangan, wabah penyakit, binatang-binatang dan malaikat-malaikat, sungai darah, katak jadi-jadian, dan naga berkepala tujuh. Dan figur yang paling baik adalah anak domba yang bertanduk tujuh dan bermata tujuh. "Kalau ini baru kulitnya saja", demikian sebagian umat Katolik berkata, "Saya rasa saya tidak ingin melihat lebih jauh."

Dalam buku ini, saya ingin menawarkan sesuatu yang sangat sulit dicerna. Saya akan mengatakan bahwa KUNCI untuk memahami Misa Kudus tidak lain adalah Kitab Wahyu, dan lebih jauh lagi, bahwa Misa Kudus adalah SATU-SATUNYA cara umat Kristen bisa memahami isi Kitab Wahyu.

Kalau anda tidak percaya, anda mesti tahu bahwa anda tidak sendirian. Ketika saya mengatakan kepada seorang teman bahwa saya sedang menulis tentang Misa Kudus sebagai kunci (untuk memahami) Kitab Wahyu, dia tertawa dan berkata, "Kitab Wahyu? Itu kan cuma berisi hal-hal yang aneh."

Memang tampak aneh bagi umat Katolik, karena selama bertahun-tahun, kita telah membaca kitab ini secara terpisah dari tradisi Kristen. Interpretasi-interpretasi yang dikenal oleh banyak orang sekarang ini adalah interpretasi-interpretasi yang masuk halaman utama surat kabar atau daftar buku terlaris, dan interpretasi-interpretasi itu nyaris seluruhnya berasal dari Protestanisme. Saya tahu ini dari pengalaman saya pribadi. Saya telah mempelajari Kitab Wahyu selama lebih dari dua puluh tahun. Sampai dengan tahun 1985, saya mempelajarinya dengan kedudukan saya sebagai pendeta suatu denominasi Protestan, dan sepanjang tahun-tahun itu, saya terlibat, secara bergiliran, dengan berbagai teori-teori penafsiran yang populer maupun tidak populer. Saya mencoba setiap kunci, tetapi tidak satupun yang bisa membuka pintu. Sekali-sekali saya mendengar suara klik yang membawa harapan. Akan tetapi baru ketika saya mulai merenungkan Misa Kudus saya merasakan bahwa pintunya telah mulai membuka, sedikit demi sedikit. Secara bertahap, saya menemukan diri saya diliputi oleh tradisi Kristen yang luar biasa, dan pada tahun 1986 saya diterima dalam persekutuan yang penuh di Gereja Katolik. Setelah itu, dalam riset saya menyangkut Kitab Wahyu, berbagai hal-hal menjadi lebih jelas. "Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya sebuah pintu terbuka di sorga..." (Wahyu 4:1). Dan pintu itu membuka menuju......Misa Kudus mingguan di paroki setempat!

Nah sekarang mungkin anda menjawab bahwa pengalaman mingguan yang anda alami pada waktu Misa berlangsung sama sekali tidak bersifat surgawi. Bahkan, satu jam itu adalah saat-saat yang tidak nyaman, yang diisi oleh bayi-bayi yang menangis, lagu-lagu yang dinyanyikan secara sumbang, orang-orang yang mondar-man